Minggu, 01 Februari 2015

Kepada Wanita yang Pernah Kusinggahi Rahimnya



Padang, Februari yang lembab..

Kepada wanita yang pernah ku singgahi rahimnya,
aku memanggilmu, Bunda.
Tahukah engkau, di setiap panca indra yang aku punya, namamu menjelma mantra penghilang sedu sedan kala dunia menertawaiku tanpa jeda; menegakkan kepalaku yang kerap hampir terkulai di sudut kota paling barat Sumatera.

Bagaimana kabarmu di sana, Bunda?
Jarak dan tahun membuat jeda yang panjang di antara dua mata kita untuk saling menyapa. Aku di kotaku dan engkau di kotamu; dengan 1665km tentunya.
Sudah tujuh tahun ternyata, Bunda, aku begitu keras kepala. Meninggalkanmu di Ibu Kota dengan lelaki yang ku sebut ayah; lelaki yang juga membuat lebam di dadamu tampak begitu nyata diusiamu yang semakin senja.

Aku, si gadis kecilmu ini, terlalu naif untuk menerima kenyataan, bahwa lelaki yang kau nikahi 30 tahun lalu itu, memiliki perempuan lain selain engkau di sisinya, Bunda.  Usiaku baru 13 Tahun saat itu, Bunda, saat acap kali hujan turun dari kedua matamu. Bukan rerintik; melainkan hujan deras, Bunda. Saat itu aku tau bahwa kehilanganmu begitu nyata.

Mulutmu selalu berucap untuk berpisah dengannya, Bunda, tapi aku tau kalau hatimu tidak. Kau masih merapal doa dalam setiap sujudmu untuknya, berharap dia akan memanusiakanmu, mencintaimu tanpa alpa. Ah, kau begitu mencintainya, Bunda.
Lalu di sinilah aku, di baratnya Sumatera, menulis surat untukmu, Bunda, dengan rindu yang kian membuncah di dada.

Maafkan aku yang memilih pergi jauh saat kau membutuhkan telingaku untuk mendengarkan segala keluh dan sedihmu. Saat  kepalamu lelah untuk selalu tegak, harusnya ada bahuku di sana yang akan kau jadikan sandaran, seperti tanganmu yang akan selalu mendekapku hangat saat aku pulang.
Kepada wanita yang pernah ku singgahi rahimnya,
Aku akan kembali. Aku akan pulang ke dadamu yang lapang. Memeluk tubuhmu hingga usia memelukku nanti. Sedikit bersabarlah sebentar lagi, Bunda, sebab setelah ini, tak akan ada lagi hujan dari kelopak matamu.


Salam rindu dari anakmu,
Chris_

6 komentar: